
SALATIGA – Festival Toleransi 2026 mengusung tema “Salatiga Tertoleran, untuk Indonesia Raya” sebagai ajakan untuk memperkuat persaudaraan dan merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Setda, Ruang Kaloka, Lantai 4 pada tanggal 30 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang perjumoaan untuk menumbuhkan sikap saling menghomati serta mempererat hubungan antar elemen masyarakat.
Tema tersebut membawa pesan bahwa toleransi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menghargai perbedaan keyakinan, memberikan ruang bagi keberagaman bagi keberagama budaya, serta membangun kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan, dimulai dari lingkungan terdekat.

Dalam sambutan Bapak Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyampaikan bahwa di Kota Salatiga, praktik toleransi hadir melalui ruang perjumpaan dan kegiatan kebudayaan dan kegiatan bersama, mulai dari dialog lintas iman, kegiatan kebudayaan, hingga ruang publik yang digunakan bersama oleh warga tanpa sekat suku, budaya, maupun agama. “Bagi kami toleransi harus terus dirawat melalui dialog, pencegahan dini, dan kebijakan yang inklusif, salah satunya melalui seminar Penguatan Toleransi hari ini. Toleransi bukan berarti meniaadkan perbedaan, melainkan memastikan perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi berkonflik. Saya harap seminar ini dapat menjadi rekomendasi konkret. Rumuskan langkah yang dapat ditindaklanjuti di daerah masing-masing, mulai dari penguatan komunikasi lintas kelompok, edukasi wawasan kebangsaan, hingga mekanisme penanganan potensi konflik sosial,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Salatiga, Sri Sarwanti, S.H., M.Si., meenyampaikan bahwa kegiatan seminar ini diharapkan dapat menjadi forum untuk saling bertukar praktik-praktik baik yang dapat diterapkan dan disesuaikan di walayah masing-masing. “Maksud dan tujuan di selenggarakannya seminar ini adalah memfasilitasi proses pertukaran gagasan, pengalaman, dan inovasi antara daerah di Jawa Tengah dalam mengelola keberagaman. Seminar ini adalah bagian dari kegiatan Festival Toleransi yang akan kami selenggarakan dua hari pada tanggal 30 – 31 Oktober 2026 di Alun-alun Pancasila, diawali dengan Do’a Lintas Agama, dilanjutkan Festival Kesenian dan Budaya, ” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo, S.T., M.M., Ketua FKUB Kota Salatiga, Drs. H. Noor Rofiq, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakt, Hammam, M.Pd., Ph.D., sebagai narasumber.
Festival Toleransi 2026 diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga Salatiga sebagai rumah yang nyaman bagi seluruh warganya. Semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, melalui hubungan bertetangga yang harmonis, kepedulian sosial, serta kerja sama lintas kelompok.

Comments are closed